Selasa, 28 November 2017

Bisnis sewa pacar di Indonesia

Pengaruh biaya hidup hingga gaya hidup membuat sejumlah mahasiswa memutar otaknya untuk mencari penghasilan tambahan. Berbagai upaya pun dilakukan mulai dari bekerja paruh waktu hingga menjajakan diri sendiri, bukan hanya Pekerja Seks Komersial (PSK), melainkan bisnis sewa pacar.

Bisnis sewa pacar di Indonesia sendiri sudah marak sejak beberapa tahun lalu. Banyak masyarakat yang membutuhkan pendamping 'bayaran' hanya untuk menghilangkan gengsi saat pertemuan keluarga atau sekedar datang ke nikahan teman namun tak ada pasangan.

Seperti bisnis yang dikelola EN, salah satu mahasiswi fakultas ekonomi di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya, Jawa Timur ini. EN mengaku telah berbisnis jasa 'Pacar Sewaan' hingga mempunyai kurang lebih 7 anak buah.

Dikatakan EN, untuk sekali reserving, in step with jamnya dia membanderol Rp 75.000. Dari tarif itu, dirinya mendapat jatah forty persen. Kita bagi hasil. Saya dapat forty persen untuk sekali reserving. Yang jelas, hasil untuk anak buah lebih banyak. Belum lagi dia sering dapat uang pointers dari si penyewa, kata EN.

Dia merinci, jika satu penyewa dengan waktu booking sekitar empat jam sehari, berarti Rp 75.000 x four ketemu Rp 300.000. Dan dari Rp three hundred.000, EN mendapat bagian Rp 120.000 (forty persen). Kalau sehari ada tujuh penyewa, dan rata-rata sampai empat jam, saya bisa mendapat untung forty persen dari Rp 2,1 juta, rincinya.

Bisnis yang dikelola EN ini, diakui laris manis ketika musim nikah, tahun baru, hari libur panjang, ulang tahun lelaki jomblo yang masih gengsi karena tak punya pacar, atau pemuda yang didesak orangtua untuk segera menikah.